Minggu, 14 November 2010

"SEKALI LAGI ANDA SALAH, PAK"




Berhubung untuk senin besok gak ada tugas, seperti biasa gue pun melakukan salah satu hobi gue. alaaah. masa MELAKUKAN hobi.. gak ueenaakk (kaya iklan mie s*dap). seperti biasa gue ngaskus di waktu senggang. tapi gue nemuin satu thread yang bagus banget buat bahan renungan. gak ada salahnya gue share di blog gue biar semakin banyak yang baca. ini ceritanya. deng deng deng...


Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".

"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan".

"Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?".

"Tentu saja," jawab si Profesor,

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada.

Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.

Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?" Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak.

Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak.

Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya.

Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak.

Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan.

Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu pun terdiam.

Jumat, 05 November 2010

Membuat Lampu Belajar Menggunakan Blender 3D

Progress dari project animasi mata kuliah softskill akan saya tulis disini. Konsep yang akan dibuat adalah bagaimana sebuah lampu belajar yang bisa bergerak sendiri. Untuk tahap pertama adalah membuat objek lampu belajarnya terlebih dahulu.

Buka aplikasi blendernya, kemudian buka lembar project baru. Biasanya sudah terdapat object mesh berupa kubus. Object tersebut kita hapus terlebih dahulu dengan klik kanan pada object, kemudian tekan delete. Masukkan sebuah mesh cone dengan cara add à mesh à cone.


Cone ini akan kita gunakan untuk kepala lampu. Sebelumnya posisikan coe tersebut ke dalam posisi dimana X = 0, Y = 0, dan Z = 0. Tujuannya agar cone tersebut berada pada posisi tepat ditengah. Ubah object mode ke dalam edit mode dengan menekan tombol tab pada keyboard. Kemudian pilih subdivide pada mesh tools. Fungsi dari tool ini adalah untuk memperbanyak vertex pada objek. Lakukan subdivide hingga vertex pada cone seperti ini


Kemudian kita seleksi vertex pada bagian kepala cone saja. Caranya dengan menekan B pada keyboard, kemudian drag vertex yang ingin diseleksi. Pastikan tidak ada vertex yang tersisa pada bagian yang seharusnya diseleksi. Untuk mengubah posisi sudut pandang caranya dengan menekan scroll pada mouse, kemudian ubah sudut pandang dengan menggeser mouse.


Jika sudah diseleksi, tekan delete pada keyboard dan pilih vertices.


Kembali ke object mode dengan menekan tab. Kemudian masukkan objek bola dengan cara add à mesh à UV Sphere. Sekarang adalah bagaimana menggabungkan bola tadi dengan tempurung lampu yang sudah kita buat menjadi kepala dari lampu belajar. Jangan lupa posisi bola tadi pastikan pada koordinat X = 0, Y = 0, dan Z = 0. Sesuaikan ukuran bola tadi dengan lubang atas cone. Untuk mengubah ukuran object, gunakan object pada kolom mesh tools.


Setelah itu adalah penggabungan kedua objek tadi. Sebelumnya pastikan kita ada dalam object mode. klik object bola, kemudian tekan shift, dan klik object cone, klik join pada object tools. Sekarang dua object tadi sudah tergabung menjadi satu object. Sekarang kita “sisihkan” dulu tempurung tadi ke tepi lembar kerja agar tidak mengganggu pada pengerjaan object selanjutnya.

Kamis, 14 Oktober 2010

NOW IS BLENDER 3D TIME. NOT BLENDER JUICER

Berhubung dapet proyek animasi blender 3D dari kampus, sekarang saya akan sering mengulas tentang blender aja. sekalian nambah pengetahuan juga ^_^

Blender adalah software pengolah objek opensource yang sangat bagus untuk mengolah berbagai objek gambar dan video 3 dimensi (3D). Dengan lisensi opensource itu tidak perlu kuatir software blendernya akan expired


Blender memiliki sentuhan pribadi, menawarkan pendekatan unik ke dunia 3 Dimensi. Menggunakan Blender untuk menciptakan TV commercials, untuk membuat visualizations teknis, bisnis grafis, untuk melakukan morphing, atau desain antarmuka pengguna. sobat dapat dengan mudah membangun dan mengelola lingkungan kompleks. The renderer adalah fleksibel dan sangat cepat. Semua prinsip-prinsip dasar animasi yang dilaksanakan dengan baik.
Mungkin agak aneh, mengapa selalu Blender yang menjadi aplikasi utama? Pertama karena aplikasi ini memang masuk kategori terbaik dari sekian banyak aplikasi. Coba saja lihat tampilan interfacenya. Dan kedua kebetulan versi barunya terus bermunculan.


Siapa bilang aplikasi gratis tidak mampu melakukan hal-hal hebat? Anda harus melihat aplikasi yang satu ini jika Anda memang berpendapat demikian. Blender dapat membantu Anda membuat hampir semua bagian-bagian tersulit dari proses grafis, khususnya yang berkenaan dengan pembuatan file-file gambar 3D. Jika mengunjungi situs resmi aplikasi ini, Anda akan terkagum-kagum melihat beberapa hasil gambar. Tidak hanya gambar diam, film pun mampu dihasilkannya.








Studio animasi kelas tinggi ini menggunakan tampilan muka yang mudah dipahami. Memang perlu sedikit penyesuaian agar dapat terbiasa. Namun, hal itu tidak akan lama. Bagian jendela layout-nya dapat diubah sesuai kebutuhan untuk mempermudah pekerjaan Anda. Berbagai bentuk objek mampu ditanganinya, seperti polygon, bezier, metaball, vector, dan masih banyak lagi yang lainnya. Mungkin Anda pernah melihat bagaimana sebuah kerangka manusia dapat bergerak-gerak di dalam sebuah film. Nah, kalian juga dapat membuatnya dengan menggunakan Blender.

Kamis, 03 Juni 2010

RADIASI WI-FI. PENGARUHKAH?

Wi-fi (wireless fidelity) yang lebih dikenal sebagai jaringan lokal nirkabel semakin populer terutama di negara-negara maju dan berkembang. Dengan wi-fi orang bisa masuk ke jaringan internet tanpa harus repot menyambungkan kabel dari komputer ke line telepon.

Di balik kemudahan yang ditawarkan wi-fi, ada beberapa keyakinan publik yang menganggap wi-fi berdampak negatif terhadap kesehatan. Mereka yang tidak setuju dengan kehadiran wi-fi beralasan radiasi elektro magnetik dari wi-fi bisa menyebabkan nyeri di kepala, gangguan tidur dan mual-mual, terutama bagi mereka yang electrosensitive. Tapi benarkah wi-fi berbahaya bagi kesehatan?

Ketakutan akan dampak buruk wi-fi terhadap kesehatan ini dimentahkan ilmuwan Inggris, Sir William Stewart, ketua Health Protection Agency, mengatakan pada BBC Programme Panorama, tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan teknologi wi-fi. Tak ada bukti pasti yang menyebutkan, perangkat seperti ponsel dan wi-fi menyebabkan kesehatan terganggu.

Hal senada juga diungkapkan Professor Lawrie Challis, dari Nottingham University. Dalam pernyataannya pada BBC, Prof Challis, yang menjabat sebagai ketua Mobile Telecommunications and Health Research (MTHR) menyebutkan: "Radiasi elektro magnetik dari Wi-fi sangat kecil, pemancarnya juga berkekuatan rendah, selain itu masih ada jarak dengan tubuh.

Untuk mendukung pernyataan ini, tim Panorama BBC mengunjungi sebuah sekolah di Norwich, yang memiliki seribu siswa, dan mencoba membandingkan tingkat radiasi dari ponsel dan penggunaan wi-fi di dalam kelas. Hasilnya menunjukkan radiasi wi-fi di ruang kelas tiga kali lebih besar dibanding pancaran yang dikeluarkan ponsel.

Namun ahli kesehatan psikis Professor Malcolm Sperrin mengatakan sinyal wi-fi yang lebih besar tiga kali lipat dibanding radiasi ponsel di suatu sekolah masih belum relevan, karena belum ditemukan pengaruhnya terhadap kesehatan.

Tipe radiasi yang dipancarkan gelombang radio (wi-fi), microwaves, dan ponsel telah menunjukkan kenaikan level temperatur jaringan yang sangat tinggi, yang biasa disebut thermal interaction, namun masih belum ada bukti level tersebut menyebabkan kerusakan.

Health Protection Agency menyebutkan duduk di ruangan yang memiliki hotspot selama setahun sebanding dengan gelombang radio yang dipancarkan saat bercakap-cakap dengan ponsel selama dua puluh menit.

"Gelombang radio sudah menjadi bagian dari kehidupan kita selama hampir seabad atau lebih, namun jika ada gangguan yang signifikan terhadap kesehatan, pasti ada kajian yang akan mencatatnya, dan selama ini berbagai studi masih belum menemukan bukti transmisi wi-fi bagi kesehatan.

Hal senada juga didukung Professor Will J Stewart, rekan dari Royal Academy of Engineering, yang mengatakan: "Ilmu pengetahunan telah mempelajari pengaruh ponsel bagi kesehatan selama bertahun-tahun dan kekhawatiran akan dampak radiasi ponsel masih sangat kecil.

"Begitu juga dengan wi-fi, jika digunakan dalam batas yang wajar tak akan ada pengaruhnya bagi kesehatan dalam waktu yang lama. Namun bukan berarti semua radiasi elektro magnetik tak berbahaya, misalnya sinar matahari yang terbukti menyebabkan kanker kulit, jadi jika Anda menggunakan laptop saat berjemur di pantai, ada baiknya mencari tempat yang teduh," tambah Sperrin yang mengatakan sampai saat masih belum ada banyak bukti yang cukup berarrti akan dampak negatif wi-fi.

Namun yang lebih dikhawatirkan Sperrin bukan pada gelombang wi-fi, namun pada perilaku dalam penggunaan laptop, dan panas yang dihasilkan laptop pada beberapa bagian sensitif pada tubuh, yang berdampak pada kesehatan.

Senin, 17 Mei 2010

RIM SEGERA LUNCURKAN BLACKBERRY UNTUK TUNANETRA

Posting lagi ah. lagi dapet informasi bagus. mudah-mudahan bisa berguna buat yang baca. hehe.

California - Research In Motion yang memproduksi BlackBerry membuat perangkat supaya telepon pintar mereka juga bisa digunakan bagi tuna netra. Kini RIM telah membuat hak cipta atau paten bagi perangkat yang diberi nama “multi-tap keyboard user interface”.

Wujud BlackBerry jenis ini sama seperti BlackBerry pada umumnya, hanya saja ada perangkat “multi-tap keyboard user interface” yang dibenamkan di dalamnya. Alat ini berfungsi untuk menangkap perintah yang ditekan penggunanya melalui papan ketik kemudian memberitahukan kepada pengguna tadi tombol apa yang telah ditekannya melalui suara atau audio.

Selain dapat mengidentifikasi fungsi apa yang diinginkan pengguna, perangkat ini juga dapat membantu menjelaskan menu yang terdapat dalam BlackBerry melalui suara. Sehingga, mereka yang memiliki keterbatasan penglihatan juga dapat menikmati memanfaatkan teknologi.

Sumber : Tempo